Metode pembelajaran PAI kelompok 2
Karya dari laila dan resita
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, karena atas berkat dan limpahan rahmatnya maka kami bisa menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Dan tidak lupa shalawat dan salam akan selalu kami haturkan kepada nabi akhir zaman baginda Muhammad SAW, yang dengan perjuangannya kami umat muslim dapat menikmati agama islam dengan tenang.
Berikut ini kami mempersembahkan sebuah makalah dengan judul “Konsep Dasar Metode Ceramah” yang insyaAllah dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita.
Melalui kata pengantar ini kami terlebih dahulu meminta maaf dan memohon pemakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang saya buat kurang tepat ataupun menyinggung perasaan pembaca.
Dengan ini kami mempersembahkan makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat. Amin.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Surabaya, 02 Maret 2019
Tim Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar i
Daftar Isi..................................................................................................... ii
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang 3
Rumusan Masalah 3
Tujuan Makalah 3
BAB II
PEMBAHASAN
Konsep Dasar Metode Ceramah 4
Kelebihan dan Kekurangan Metode Ceramah 6
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan........................................................................................... 10
Saran..................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA................................................................................ 11
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Agar tujuan dalam proses belajar mengajar dapat tercapa secara efektif dan efisien, kemampuan seorang pendidik dalam menguasai materi saja tidaklah mencukupi. Disamping penguasaa materi, seorang pendidik juga harus memiliki kemampuan untuk mengelola proses belajar mengajar dengan baik, yaitu melalui berbagai teknik atau metode dalam proses belajar mengajar sesuai dengan materi yang diajarkan dan kemampuan anak didik yang menerima materi.
Sebagaimana kita tahu, bahwa metode mengajar merupakan sasaran interaksi antara guru dengan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, yang perlu diperhatikan adalah ketepatan sebuah metode mengajar yang dipilih dengan tujuan, jenis dan sifat materi pelajaran, serta kemampuan guru dalam memahami dan melaksanakan metode tersebut. Guru hendaknya cermat dalam memilih dan menggunakan metode mengajar terutama yang banyak melibatkan siswa secara aktif. Belajar mengajar merupakan kegiatan yang komplek. Oleh karenanya, maka hampir tidak mungkin untuk menunjukkan dan menyimpulkan bahwa suatu metode belajar mengajart tertentu lebih unggul dari pada metode belajar mengajar yang lain dalam usaha mencapai tujuan pembelajaran.
Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan metode ceramah?
Apa saja kelebihan dan kekurangan metode ceramah?
Apa saja langkah-langkah metode ceramah?
Tujuan Masalah
Menjelaskan apa itu metode ceramah
Menjelaskan apa saja kekurangan dann kelebihan metode ceramah
Menjelaskan tentang bagaimana langkah-langkah metode ceramah
BAB II
PEMBAHASAN
Konsep Dasar Metode Ceramah
Pengertian Metode Ceramah
Metode ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode ceramah merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran ekspositori. Metode ini senantiasa bagus bila penggunaannya betul-betul disiapkan Dengan baik, didukung oleh alat-alat dan media yang memadai serta memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunaannya.
Metode ceramah adalah metode yang sampai saat ini sering digunakan oleh setiap guru atau instruktur. Hal ini terjadi karena sebab beberapa pertimbangan tertentu, juga adanya faktor kebiasaan baik dari guru ataupun peserta didik. Guru biasanya belum merasa puas manakala dalam proses pengelolaan pembelajaran tidak melakukan ceramah demikian juga. Dengan peserta didik, mereka akan belajar manakala ada guru yang memberikan materi pelajaran melalui ceramah, sehingga ada guru yang berceramah berarti ada proses belajar dan tidak ada alasan jika tidak ada guru, tidak terjadi pula proses belajar.
Metode ceramah sering disandingkan dengan kata khutbah. Dalam Al-quran sendiri kata tersebut diulang sampai sembilan kali. Bahkan ada yang berpendapat metode ceramah ini dekat dengan kata tabligh, yaitu menyampaikan sesuatu ajaran. Pada hakikatnya kedua arti tersebut memiliki makna yang sama yakni menyampaikan suatu ajaran.
Pada masa lalu hingga sekarang metode ini selalu kita jumpai dalam setiap pembelajaran. Akan tetapi bedanya terkadang metode ini di campur dengan metode lainnya. Dalam sebuah hadist Nabi SAW bersabda:
وَعن عَبدِالله بن عُمَرَوبنِ العَاصِ رضي الله عنهما أن النبيَّ صلى الله عليه وسلم قال : بَلَّغُوْا عَنِّيْ وَلَوْ ايَةً وَحَدَّثُوْا عَنْ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ وَلاَ حَرَجَ وَمَنْ كَذَّبَ عَلَيَّ مُتَعَمَّدًا فَلْيَتَبَوَّأُ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ (رواه البخاري)
Artinya: “ Sampaikanlah apa yang datang dariku walaupun satu ayat, dan ceritakanlah apa yang kamu dengar dari Bani Isra’il dan hal itu tidak ada salahnya, dan barang siapa berdusta atas namaku maka bersiap-siaplah untuk menempati tempatnya dineraka”. (HR. Bukhori)
Hal ini juga berkenaan dengan Firman Allah SWT:
إنَّ اَنْزَلْنَهُ قُرْأَنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ (۲ ) نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ اَحْسَنُ القَصَصِ بِمَا اَوْحَيْنَا اليك هذَا القُرْانَ وَاِنْ كُنْتُ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الغَفِلِيْنَ (۳)
Artinya: “ Sesungguhnya kami menurunkan berupa Al-Quran dengan berbahasa arab, agar kamu memahaminya. Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-quran ini kepadamu, dan Sesungguhnya kamu sebelum (kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui”. (QS. Yusuf:2-3)
Ayat diatas menerengkan bahwa Tuhan menurunkan ayat Al-quran dengan memakai bahsa arab kepada Nabi Muhammad SAW. Dan Nabi menyampaikan kepada para sahabat dengan jalan cerita dan ceramah. Metode ceramah masih merupakan metode mengajar yang masih dominan dipakai, khususnya di sekolah-sekolah tradisional.
Dalam QS An-Nahl ayat 125 dipahami oleh sebagian ulama menjelaskan tiga macam metode dakwah. Namun, dari tiga metode dakwah tersebut yang akan dibahas yaitu mauidzhoh hasanah. Terhadap kaum awam, diperintahkan untuk menerapkan mauidzah yakni memberikan nasihat dan perumpamaan yang menyentuh jiwa sesuai dengan taraf pengetahuan mereka yang sederhana. Pengajaran yang baik adalah salah satu cara berdakwah yang hendaknya ditempuh untuk menghadapi manusia yang beraneka ragam peringkat dan kecenderungannya.
Kata mauidzah diambil dari kata wa’azha yang berarti nasihat. Mauidzhah adalah uraian yang menyentuh hati yang mengantar kepada kebaikan. Mauidzah hendaknya disampaikan dengan baik. Mauidzah baru dapat mengena hati sasaran bila ucapan yang disampaikan itu disertai dengan pengamalan dan keteladanan dari yang menyampaikannya.
Metode ceramah merupakan cara mengajar yang paling tradisional dan telah lama dilaksanakan oleh guru. Ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode ini tidak senantiasa jelek bila penggunaannya betul-betul disiapkan dengan baik, didukung dengan alat dan media, serta memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunaannya.
Definisi lain metode ceramah menurut bahasa yaitu berasal dari kata “Lego” (bahasa latin) yang diartikan secara umum yaitu mengajar sebagai akibat guru menyampaikan pelajaran dengan membaca dari buku dan mendiktekan pelajaran dengan menggunakan buku kemudian menjadi lecture method atau metode ceramah. Metode ceramah itu sendiri pada dasarnya memiliki banyak pengertian dan jenisnya, salah satunya yaitu:
Metode ceramah adalah adalah penyajian informasi secara lisan baik formal maupun informal.
Metode ceramah yaitu penerapan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelasnya, dengan menggunakan alat bantu mengajar untuk memperjelas uraian yang disampaikan kepada siswa.
Cara mengajar dengan ceramah dapat dikatakan juga sebagai metode kuliah, merupakan suatu cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan keterangan atau informasi, atau uraian tentang suatu pokok persoalan sera masalah secara lisan.
Metode ceramah layak dipakai oleh guru dalam penyampaian pesan di muka kelas bila:
Pesan yang akan disampaikan berupa fakta atau informasi
Jumlah siswanya terlalu banyak
Guru adalah seorang pembicara yang baik, berwibawa, dan dapat merangsang jiwa.
Kelebihan dan Kekurangan Metode Ceramah
Dalam sebuah praktek pembelajaran, metode ceramah memiliki beberapa kelebihan dan juga kekurangan. Adapun kelebihan metode ceramah hingga masih digunakan sampai saat ini adalah sebagai berikut:
Ceramah merupakan metode yang murah dan mudah untuk dilakukan. Murah dalam artian proses ceramah tidak memerlukan peralatan-peralatan yang lengkap, berbeda Dengan metode yang lain seperti demonstrasi atau peragaan. Sedangkan mudah, memang ceramah hanya mengandalkan suara guru, Dengan demikian, tidak terlalu memerlukan persiapan yang rumit.
Ceramah dapat menyajikan materi pelajaran yang luas. Artinya, materi pelajaran yang banyak dapat dirangkum atau dijelaskan pokok-pokoknya oleh guru dalam waktu yang singkat.
Ceramah dapat memberikan pokok-pokok materi yang perlu ditonjolkan. Artinya, guru dapat mengatur pokok-pokok materi yang mana yang perlu ditekankan sesuai Dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.
Melalui cermaha, guru dapat mengontrol keadaan kelas, dikarenakan sepenuhnya adalah tanggung jawab guru yang memberikan ceramah.
Organisasi kelas dengan menggunakan ceramah dapat diatur menjadi lebih sederhana. Ceramah tidak memerlukan setting kelas yang beragam, atau tidak memerlukan persiapan-persiapan yang rumit. Asal peserta didik dapat menempati tempat duduk untuk mendengarkan guru, maka ceramah sudah dapat dilakukan.
Di samping beberapa kelebihan diatas, metode ceramah juga memiliki sisi kelemahan, di antaranya:
Peserta didik cenderung pasif dan gampang bosan.
Pengaturan kecepatan secara klasikal ditentukan oleh pengajar.
Kurang cocok umtuk pembentukan keterampilan dan sikap.
Cenderung menempatkan pengajar sebagai otoritas terakhir.
Materi yang dapat dikuasai oleh peserta didik sebagai hasil dari ceramah akan terbatas pada apa yang dikuasai guru. Kelemahan ini memang kelemahan yang paling dominan, sebab apa yang diberikan guru adalah apa yang dikuasainya, sehingga apa yang dikuasai peserta didik pun akan tergantung pada apa yang dikuasai guru.
Ceramah yang tidak disertai Dengan peragaan dapat mengakibatkan terjadinya verbalisme.
Guru yang kurang memiliki kemampuan bertutur kata yang baik, ceramah sering dianggap sebagai metode yang membosankan. Sering terjadi, walaupun secara fisik peserta didik ad adi dalam kelas, namun secara mental peserta didik sama sekali tidak mengikuti jalannya proses pembelajaran; pikirannya melayang kemana-mana, atau peserta didik mengantuk, oleh karena gaya bertutur guru tidak menarik.
Melalui ceramah, sangat sulit untuk mengetahui apakah seluruh peserta didik sudah mengerti apa yang dijelaskan atau belum. Walaupun ketika peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya, dan tidak ada seorangpun yang bertanya, semua itu tidak menjamin peserta didik seluruhnya sudah paham.
Metode ceramah adalah cara penyampaian bahan pelajaran dengan komunikasi lisan. Metode ceramah yang praktis dan ekonomis serta efektif untuk keperluan penyampaian informasi dan pengertian. Metode ceramah sering digunakan bahkan sampai saat ini, pendidikan yang berada dibawah naungan pondok pesantren, rata-rata masih menggunakan metode ceramah. Peserta didik selalu patuh dan taat terhadap apa yang di katakana kiyainya.
Langkah-langkah Menggunakan Metode Ceramah
Ada tiga langkah pokok yang harus diperhatikan, yakni persiapan, pelaksanaan dan kesimpulan. Langkah-langkah tersebut diantaranya, adalah:
Tahap Persiapan, pada tahap ini yang harus dilakukan adalah:
Merumuskan tujuan yang ingin dicapai.
Menentukan pokok-pokok materi yang akan diceramahkan.
Mempersiapkan alat bantu.
Tahap Pelaksanaan, pada tahap ini ada tiga langkah yang harus dilakukan:
Langkah Pembukaan
Langkah pembukaan dalam metode ceramah merupakan langkah yang menentukan. Keberhasilan pelaksanaan ceramah sangat ditentukan oleh langkah ini.
Langkah Penyajian
Tahap penyajian adalah tahap penyampaian materi pembelajaran Dengan cara bertutur. Agar ceramah berkualitas sebagai metode pembelajaran, maka guru harus menjaga perhatian peserta didik agar tetap terarah pada materi pembelajaran yang sedang disampaikan.
Langkah Mengakhiri atau Menutup Ceramah
Ceramah harus ditutup dengan ringkasan pokok-pokok materi ajar agar materi pelajaran yang sudah dipahami dan dikuasai peserta didik tidak terbang kembali. Ciptakanlah kegiatan-kegiatan yang memungkinkan peserta didik tetap mengingat materi pembelajaran.
Perlu diperhatikan, bahwa metode ceramah akan berlangsung baik apabila didukung oleh metode-metode yang lain, seperti Tanya jawab, tugas, latihan, dan lain-lain. Metode ceramah itu wajar dilakukan bila: (a) ingin mengajarkan topik baru, (b) tidak ada sumber bahan pelajaran pada peserta didik, (c) menghadapi peserta didik yang cukup banyak.
Dalam buku Inovasi pembelajaran karya Ridwan Abdullah Sani di jelaskan tentang tahapan pembelajaran untuk metode pembelajaran ceramah adalah sebagai berikut :
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Guru menyampaikan informasi secara lisan kepada kelompok peserta didik
Dilakukan Tanya-jawab untuk meningkatkan pemahaman peserta didik.
Peserta didik diberi kesempatan untuk mengikuti latihan,
Guru mengecek pemahan peserta didik.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Metode ceramah merupakan salah satu mtode mengajar yang paling banyak digunakan dalam proses belajar mengajar. Metode ceramah ini dilakukan dengan cara menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik secara lamngsung atau dengan cara lisan. Penggunaan metode ini sifatnya sangat prktis dan efisian bagi pemberian pengajaran yang bahannya banyak dan mempunyai banyak peserta didik. Metode ceramah meru[akan cara mengajar yang paling tradisional dan telah lama dijalankan dalam sejarah pendidikan, oleh karena itu metode ini boleh dikatakan sebagai metode pengajaran tradisional karena sejak dulu metode ini digunakan sebagai alat komunikasi guru dalam menyampaikan materi pelajaran.
Kelebihan metode ceramah dintaranya adalah
Ceramah merupakan metode yang murah dan mudah untuk dilakukan. Murah dalam artian proses ceramah tidak memerlukan peralatan-peralatan yang lengkap, berbeda Dengan metode yang lain seperti demonstrasi atau peragaan. Sedangkan mudah, memang ceramah hanya mengandalkan suara guru, Dengan demikian, tidak terlalu memerlukan persiapan yang rumit.
Ceramah dapat menyajikan materi pelajaran yang luas. Artinya, materi pelajaran yang banyak dapat dirangkum atau dijelaskan pokok-pokoknya oleh guru dalam waktu yang singkat.
Kekurangan metode ceramah diantaranya adalah.
Peserta didik cenderung pasif dan gampang bosan.
Pengaturan kecepatan secara klasikal ditentukan oleh pengajar.
Kurang cocok umtuk pembentukan keterampilan dan sikap.
Cenderung menempatkan pengajar sebagai otoritas terakhir.
Langkah-langkah penerapan metode ceramah:
Langkah persiapan
Langkah penyajian
Langkah generalisasi
Langkah aplikasi penggunaan
DAFTAR PUSTAKA
arifin, M. ilmu pendidikan islam. jakarta: PT Bumi aksara, 2003.
ibrahim, R. perencanaan pengajaran . jakarta: rineka cipta , 1995.
Mulyono. strategi pembelajaran . malang: UIN Maliki press, 2012.
sani, ridwan abdullah. inovasi pembelajaran . jakarta: PT bumi aksara , 2013.
Shihab, dan M Quraish. tafsir al-misbah. jakarta: lentera hati, 2002.
Zainudin, dan M arifin. teori-teori penididikan berdasarkan al-quran . jakarta: PT Rineka cipta, 1994.
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, karena atas berkat dan limpahan rahmatnya maka kami bisa menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Dan tidak lupa shalawat dan salam akan selalu kami haturkan kepada nabi akhir zaman baginda Muhammad SAW, yang dengan perjuangannya kami umat muslim dapat menikmati agama islam dengan tenang.
Berikut ini kami mempersembahkan sebuah makalah dengan judul “Konsep Dasar Metode Ceramah” yang insyaAllah dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita.
Melalui kata pengantar ini kami terlebih dahulu meminta maaf dan memohon pemakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang saya buat kurang tepat ataupun menyinggung perasaan pembaca.
Dengan ini kami mempersembahkan makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat. Amin.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Surabaya, 02 Maret 2019
Tim Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar i
Daftar Isi..................................................................................................... ii
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang 3
Rumusan Masalah 3
Tujuan Makalah 3
BAB II
PEMBAHASAN
Konsep Dasar Metode Ceramah 4
Kelebihan dan Kekurangan Metode Ceramah 6
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan........................................................................................... 10
Saran..................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA................................................................................ 11
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Agar tujuan dalam proses belajar mengajar dapat tercapa secara efektif dan efisien, kemampuan seorang pendidik dalam menguasai materi saja tidaklah mencukupi. Disamping penguasaa materi, seorang pendidik juga harus memiliki kemampuan untuk mengelola proses belajar mengajar dengan baik, yaitu melalui berbagai teknik atau metode dalam proses belajar mengajar sesuai dengan materi yang diajarkan dan kemampuan anak didik yang menerima materi.
Sebagaimana kita tahu, bahwa metode mengajar merupakan sasaran interaksi antara guru dengan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, yang perlu diperhatikan adalah ketepatan sebuah metode mengajar yang dipilih dengan tujuan, jenis dan sifat materi pelajaran, serta kemampuan guru dalam memahami dan melaksanakan metode tersebut. Guru hendaknya cermat dalam memilih dan menggunakan metode mengajar terutama yang banyak melibatkan siswa secara aktif. Belajar mengajar merupakan kegiatan yang komplek. Oleh karenanya, maka hampir tidak mungkin untuk menunjukkan dan menyimpulkan bahwa suatu metode belajar mengajart tertentu lebih unggul dari pada metode belajar mengajar yang lain dalam usaha mencapai tujuan pembelajaran.
Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan metode ceramah?
Apa saja kelebihan dan kekurangan metode ceramah?
Apa saja langkah-langkah metode ceramah?
Tujuan Masalah
Menjelaskan apa itu metode ceramah
Menjelaskan apa saja kekurangan dann kelebihan metode ceramah
Menjelaskan tentang bagaimana langkah-langkah metode ceramah
BAB II
PEMBAHASAN
Konsep Dasar Metode Ceramah
Pengertian Metode Ceramah
Metode ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode ceramah merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran ekspositori. Metode ini senantiasa bagus bila penggunaannya betul-betul disiapkan Dengan baik, didukung oleh alat-alat dan media yang memadai serta memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunaannya.
Metode ceramah adalah metode yang sampai saat ini sering digunakan oleh setiap guru atau instruktur. Hal ini terjadi karena sebab beberapa pertimbangan tertentu, juga adanya faktor kebiasaan baik dari guru ataupun peserta didik. Guru biasanya belum merasa puas manakala dalam proses pengelolaan pembelajaran tidak melakukan ceramah demikian juga. Dengan peserta didik, mereka akan belajar manakala ada guru yang memberikan materi pelajaran melalui ceramah, sehingga ada guru yang berceramah berarti ada proses belajar dan tidak ada alasan jika tidak ada guru, tidak terjadi pula proses belajar.
Metode ceramah sering disandingkan dengan kata khutbah. Dalam Al-quran sendiri kata tersebut diulang sampai sembilan kali. Bahkan ada yang berpendapat metode ceramah ini dekat dengan kata tabligh, yaitu menyampaikan sesuatu ajaran. Pada hakikatnya kedua arti tersebut memiliki makna yang sama yakni menyampaikan suatu ajaran.
Pada masa lalu hingga sekarang metode ini selalu kita jumpai dalam setiap pembelajaran. Akan tetapi bedanya terkadang metode ini di campur dengan metode lainnya. Dalam sebuah hadist Nabi SAW bersabda:
وَعن عَبدِالله بن عُمَرَوبنِ العَاصِ رضي الله عنهما أن النبيَّ صلى الله عليه وسلم قال : بَلَّغُوْا عَنِّيْ وَلَوْ ايَةً وَحَدَّثُوْا عَنْ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ وَلاَ حَرَجَ وَمَنْ كَذَّبَ عَلَيَّ مُتَعَمَّدًا فَلْيَتَبَوَّأُ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ (رواه البخاري)
Artinya: “ Sampaikanlah apa yang datang dariku walaupun satu ayat, dan ceritakanlah apa yang kamu dengar dari Bani Isra’il dan hal itu tidak ada salahnya, dan barang siapa berdusta atas namaku maka bersiap-siaplah untuk menempati tempatnya dineraka”. (HR. Bukhori)
Hal ini juga berkenaan dengan Firman Allah SWT:
إنَّ اَنْزَلْنَهُ قُرْأَنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ (۲ ) نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ اَحْسَنُ القَصَصِ بِمَا اَوْحَيْنَا اليك هذَا القُرْانَ وَاِنْ كُنْتُ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الغَفِلِيْنَ (۳)
Artinya: “ Sesungguhnya kami menurunkan berupa Al-Quran dengan berbahasa arab, agar kamu memahaminya. Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-quran ini kepadamu, dan Sesungguhnya kamu sebelum (kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui”. (QS. Yusuf:2-3)
Ayat diatas menerengkan bahwa Tuhan menurunkan ayat Al-quran dengan memakai bahsa arab kepada Nabi Muhammad SAW. Dan Nabi menyampaikan kepada para sahabat dengan jalan cerita dan ceramah. Metode ceramah masih merupakan metode mengajar yang masih dominan dipakai, khususnya di sekolah-sekolah tradisional.
Dalam QS An-Nahl ayat 125 dipahami oleh sebagian ulama menjelaskan tiga macam metode dakwah. Namun, dari tiga metode dakwah tersebut yang akan dibahas yaitu mauidzhoh hasanah. Terhadap kaum awam, diperintahkan untuk menerapkan mauidzah yakni memberikan nasihat dan perumpamaan yang menyentuh jiwa sesuai dengan taraf pengetahuan mereka yang sederhana. Pengajaran yang baik adalah salah satu cara berdakwah yang hendaknya ditempuh untuk menghadapi manusia yang beraneka ragam peringkat dan kecenderungannya.
Kata mauidzah diambil dari kata wa’azha yang berarti nasihat. Mauidzhah adalah uraian yang menyentuh hati yang mengantar kepada kebaikan. Mauidzah hendaknya disampaikan dengan baik. Mauidzah baru dapat mengena hati sasaran bila ucapan yang disampaikan itu disertai dengan pengamalan dan keteladanan dari yang menyampaikannya.
Metode ceramah merupakan cara mengajar yang paling tradisional dan telah lama dilaksanakan oleh guru. Ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode ini tidak senantiasa jelek bila penggunaannya betul-betul disiapkan dengan baik, didukung dengan alat dan media, serta memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunaannya.
Definisi lain metode ceramah menurut bahasa yaitu berasal dari kata “Lego” (bahasa latin) yang diartikan secara umum yaitu mengajar sebagai akibat guru menyampaikan pelajaran dengan membaca dari buku dan mendiktekan pelajaran dengan menggunakan buku kemudian menjadi lecture method atau metode ceramah. Metode ceramah itu sendiri pada dasarnya memiliki banyak pengertian dan jenisnya, salah satunya yaitu:
Metode ceramah adalah adalah penyajian informasi secara lisan baik formal maupun informal.
Metode ceramah yaitu penerapan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelasnya, dengan menggunakan alat bantu mengajar untuk memperjelas uraian yang disampaikan kepada siswa.
Cara mengajar dengan ceramah dapat dikatakan juga sebagai metode kuliah, merupakan suatu cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan keterangan atau informasi, atau uraian tentang suatu pokok persoalan sera masalah secara lisan.
Metode ceramah layak dipakai oleh guru dalam penyampaian pesan di muka kelas bila:
Pesan yang akan disampaikan berupa fakta atau informasi
Jumlah siswanya terlalu banyak
Guru adalah seorang pembicara yang baik, berwibawa, dan dapat merangsang jiwa.
Kelebihan dan Kekurangan Metode Ceramah
Dalam sebuah praktek pembelajaran, metode ceramah memiliki beberapa kelebihan dan juga kekurangan. Adapun kelebihan metode ceramah hingga masih digunakan sampai saat ini adalah sebagai berikut:
Ceramah merupakan metode yang murah dan mudah untuk dilakukan. Murah dalam artian proses ceramah tidak memerlukan peralatan-peralatan yang lengkap, berbeda Dengan metode yang lain seperti demonstrasi atau peragaan. Sedangkan mudah, memang ceramah hanya mengandalkan suara guru, Dengan demikian, tidak terlalu memerlukan persiapan yang rumit.
Ceramah dapat menyajikan materi pelajaran yang luas. Artinya, materi pelajaran yang banyak dapat dirangkum atau dijelaskan pokok-pokoknya oleh guru dalam waktu yang singkat.
Ceramah dapat memberikan pokok-pokok materi yang perlu ditonjolkan. Artinya, guru dapat mengatur pokok-pokok materi yang mana yang perlu ditekankan sesuai Dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.
Melalui cermaha, guru dapat mengontrol keadaan kelas, dikarenakan sepenuhnya adalah tanggung jawab guru yang memberikan ceramah.
Organisasi kelas dengan menggunakan ceramah dapat diatur menjadi lebih sederhana. Ceramah tidak memerlukan setting kelas yang beragam, atau tidak memerlukan persiapan-persiapan yang rumit. Asal peserta didik dapat menempati tempat duduk untuk mendengarkan guru, maka ceramah sudah dapat dilakukan.
Di samping beberapa kelebihan diatas, metode ceramah juga memiliki sisi kelemahan, di antaranya:
Peserta didik cenderung pasif dan gampang bosan.
Pengaturan kecepatan secara klasikal ditentukan oleh pengajar.
Kurang cocok umtuk pembentukan keterampilan dan sikap.
Cenderung menempatkan pengajar sebagai otoritas terakhir.
Materi yang dapat dikuasai oleh peserta didik sebagai hasil dari ceramah akan terbatas pada apa yang dikuasai guru. Kelemahan ini memang kelemahan yang paling dominan, sebab apa yang diberikan guru adalah apa yang dikuasainya, sehingga apa yang dikuasai peserta didik pun akan tergantung pada apa yang dikuasai guru.
Ceramah yang tidak disertai Dengan peragaan dapat mengakibatkan terjadinya verbalisme.
Guru yang kurang memiliki kemampuan bertutur kata yang baik, ceramah sering dianggap sebagai metode yang membosankan. Sering terjadi, walaupun secara fisik peserta didik ad adi dalam kelas, namun secara mental peserta didik sama sekali tidak mengikuti jalannya proses pembelajaran; pikirannya melayang kemana-mana, atau peserta didik mengantuk, oleh karena gaya bertutur guru tidak menarik.
Melalui ceramah, sangat sulit untuk mengetahui apakah seluruh peserta didik sudah mengerti apa yang dijelaskan atau belum. Walaupun ketika peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya, dan tidak ada seorangpun yang bertanya, semua itu tidak menjamin peserta didik seluruhnya sudah paham.
Metode ceramah adalah cara penyampaian bahan pelajaran dengan komunikasi lisan. Metode ceramah yang praktis dan ekonomis serta efektif untuk keperluan penyampaian informasi dan pengertian. Metode ceramah sering digunakan bahkan sampai saat ini, pendidikan yang berada dibawah naungan pondok pesantren, rata-rata masih menggunakan metode ceramah. Peserta didik selalu patuh dan taat terhadap apa yang di katakana kiyainya.
Langkah-langkah Menggunakan Metode Ceramah
Ada tiga langkah pokok yang harus diperhatikan, yakni persiapan, pelaksanaan dan kesimpulan. Langkah-langkah tersebut diantaranya, adalah:
Tahap Persiapan, pada tahap ini yang harus dilakukan adalah:
Merumuskan tujuan yang ingin dicapai.
Menentukan pokok-pokok materi yang akan diceramahkan.
Mempersiapkan alat bantu.
Tahap Pelaksanaan, pada tahap ini ada tiga langkah yang harus dilakukan:
Langkah Pembukaan
Langkah pembukaan dalam metode ceramah merupakan langkah yang menentukan. Keberhasilan pelaksanaan ceramah sangat ditentukan oleh langkah ini.
Langkah Penyajian
Tahap penyajian adalah tahap penyampaian materi pembelajaran Dengan cara bertutur. Agar ceramah berkualitas sebagai metode pembelajaran, maka guru harus menjaga perhatian peserta didik agar tetap terarah pada materi pembelajaran yang sedang disampaikan.
Langkah Mengakhiri atau Menutup Ceramah
Ceramah harus ditutup dengan ringkasan pokok-pokok materi ajar agar materi pelajaran yang sudah dipahami dan dikuasai peserta didik tidak terbang kembali. Ciptakanlah kegiatan-kegiatan yang memungkinkan peserta didik tetap mengingat materi pembelajaran.
Perlu diperhatikan, bahwa metode ceramah akan berlangsung baik apabila didukung oleh metode-metode yang lain, seperti Tanya jawab, tugas, latihan, dan lain-lain. Metode ceramah itu wajar dilakukan bila: (a) ingin mengajarkan topik baru, (b) tidak ada sumber bahan pelajaran pada peserta didik, (c) menghadapi peserta didik yang cukup banyak.
Dalam buku Inovasi pembelajaran karya Ridwan Abdullah Sani di jelaskan tentang tahapan pembelajaran untuk metode pembelajaran ceramah adalah sebagai berikut :
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Guru menyampaikan informasi secara lisan kepada kelompok peserta didik
Dilakukan Tanya-jawab untuk meningkatkan pemahaman peserta didik.
Peserta didik diberi kesempatan untuk mengikuti latihan,
Guru mengecek pemahan peserta didik.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Metode ceramah merupakan salah satu mtode mengajar yang paling banyak digunakan dalam proses belajar mengajar. Metode ceramah ini dilakukan dengan cara menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik secara lamngsung atau dengan cara lisan. Penggunaan metode ini sifatnya sangat prktis dan efisian bagi pemberian pengajaran yang bahannya banyak dan mempunyai banyak peserta didik. Metode ceramah meru[akan cara mengajar yang paling tradisional dan telah lama dijalankan dalam sejarah pendidikan, oleh karena itu metode ini boleh dikatakan sebagai metode pengajaran tradisional karena sejak dulu metode ini digunakan sebagai alat komunikasi guru dalam menyampaikan materi pelajaran.
Kelebihan metode ceramah dintaranya adalah
Ceramah merupakan metode yang murah dan mudah untuk dilakukan. Murah dalam artian proses ceramah tidak memerlukan peralatan-peralatan yang lengkap, berbeda Dengan metode yang lain seperti demonstrasi atau peragaan. Sedangkan mudah, memang ceramah hanya mengandalkan suara guru, Dengan demikian, tidak terlalu memerlukan persiapan yang rumit.
Ceramah dapat menyajikan materi pelajaran yang luas. Artinya, materi pelajaran yang banyak dapat dirangkum atau dijelaskan pokok-pokoknya oleh guru dalam waktu yang singkat.
Kekurangan metode ceramah diantaranya adalah.
Peserta didik cenderung pasif dan gampang bosan.
Pengaturan kecepatan secara klasikal ditentukan oleh pengajar.
Kurang cocok umtuk pembentukan keterampilan dan sikap.
Cenderung menempatkan pengajar sebagai otoritas terakhir.
Langkah-langkah penerapan metode ceramah:
Langkah persiapan
Langkah penyajian
Langkah generalisasi
Langkah aplikasi penggunaan
DAFTAR PUSTAKA
arifin, M. ilmu pendidikan islam. jakarta: PT Bumi aksara, 2003.
ibrahim, R. perencanaan pengajaran . jakarta: rineka cipta , 1995.
Mulyono. strategi pembelajaran . malang: UIN Maliki press, 2012.
sani, ridwan abdullah. inovasi pembelajaran . jakarta: PT bumi aksara , 2013.
Shihab, dan M Quraish. tafsir al-misbah. jakarta: lentera hati, 2002.
Zainudin, dan M arifin. teori-teori penididikan berdasarkan al-quran . jakarta: PT Rineka cipta, 1994.
Comments
Post a Comment