Metode Interview pembelajaran pendidikan agama islam

Karya bang ipul dan april
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Belajar mengajar merupakan suatu proses yang sangat rumit. Belajar mengajar adalah proses tranfer ilmu dari seorang pengajar kepada peserta didik. Yang dimana di dalamnya membutuhkan sebuah proses yang panajang demi tercapainya tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Dalam proses tersebut seorang pendidik dapat melakukan improfisasi metode atau cara menyampaikan materi atau ilmu. Sebab banyak cara belajar siswa atau cara siswa memahami materi tersebut yang mengakibatkan seorang guru harus selalu melakukan refisi dalam metode atau cara menyampaikan materi tersebut.
Dalam memahami karakter belajar siswa, seorang guru harus menguasai beberapa metode atau cara pembelajaran yang tepat. Seperti halnya metode ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, penugasan, kerya wisata dan lain sebagainya. Semua itu merupakan sebagian dari metode yang dapat diterapkan oleh seorang pendidik untuk mentransfer ilmu kepada peserta didik. Metode yang tepat dan menarik dapat membuat peserta didik mudah untuk memahami dan mengerti tentang materi yang di ajarkan. Oleh sebab itu seorang pendidik dituntut untuk memiliki skil dalam mengajar, sebab hal itu penting demi tercapainya pembelajaran yang interaktif.
Salah satu metode yang dapat digunakan oleh seorang pendidik yaitu metode interview dan tanya jawab. Metod interview merupakan metode yang berbasis pertanyaan yang dapat dijawab oleh peserta didik dan dapat pula didiskusikan dalam sutu forum. Sedangkan metode tanya jawab adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk merangsang ingatan siswa kepada materi pembelajaran secara tepat dan tepat. Kedua metode ini sangat tepat untuk digunakan dan disandingkan dengan metode ceramah. Sebab, kedua metode tersebut dapat mengingatkan siswa dan melatih siswa untuk rajin memahami materi yang disampaikan oleh pendidik atau guru
.
Rumusan Masalah
Merujuk pada latar belakang, kami mencoba merumuskan masalah yang natinya akan menjadi fokus pembahasan pada makalah ini di antaranya:
Jelaskan konsep dasar metode interview dan tanya jawab!
Sebutkan kelemahan dan kelebihan metode interview dan tanya jawab!
Berikan gambaran pengimplemantasian metode interview dan tanya jawab dalam pembelajaran PAI!

Tujuan Pembahasan
Tujuan dari pembahasan makalah ini adalah:
Menjelaskan konsep dasar metode interview dan tanya jawab,
Menunjukan kelemahan dan kelebihan metode interview dan tanya jawab,
Melihat gambaran pengimplementasian metode interview dan tanya jawab pada pembelajaran PAI.


BAB II
PEMBAHASAN

Konsep Dasar Metode Interview Dan Tanya Jawab
Pembelajaran merupakan sebuah kegiatan yang dimana melibatkan individu sebagai subjek dan objek pendidikan. Pembelajaran merupakan kegiatan mentransfer ilmu dari pendidik kepeserta didik. Seorang pendidik dituntut untuk menyampaikan ilmu kepada peserta didik dengan cara yang menyenangkan dan mudah untuk difahami oleh peserta didik. Berangkat dari hal tersebut, dalam sisitem perundang-undangan di Indonesia. Seorang pendidik dituntut untuk memiliki beberapa potensi yang nantinya potensi tersebut dapat dikembangkan melalui pembelajaran. Salah satu kompetensi tersebut adalah pedagogik. Hal ini sejalan dengan Undang-undang Nomer 14/2005 (pasal 10 ayat 1) yang disebutkan bahwa seorang pendidik harus memiliki 4 kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan perfesional yang diperolah melalui pendidika profesi.
Abdurrahman Assegaf mencoba merinci nilai-nilai yang terkandung dalam kopetensi tersebut, namun kali ini kami ingin menfokuskan kepada kompetensi pedagogik. Beliau mengatakan bahwa nilai yang terkandung dalam kompetensi pedagogik antara lain:
Menguasai landasan pendidikan
Menguasai kebijakan pendidikan
Menguasai konsep kepemimpinan menejemen
Terampil dalam pembelajaran di kelas
Menguasai beberapa metode dalam proses pembelajaran
Terampil dalam problem solver
Menguasai pengelolaan kelas
Memahami kesulitan dan kepentingan peserta didik
Melibatkan peranserta peserta didik dalam mengambil keputusan
Memiliki sikap empati
Menguasai berbagai tekni evaluasi
Bersikap toleransi terhadap pendapat berbagai pendapat peserta didik.
Dapat kita cermati bersama bahwa tuntutan menjadi seorang pendidik bukanlah hal yang mudah atau gampang. Seorang pendidik harus memiliki jiwa yang loyal kepada peserta didik dan instansi. Serta dapat kita cermati pula pada poin yang ke 5, seorang pendidik harus menguasai beberapa metode pembelajaran guna ketika mengajar, kelas terasa asik dan komikatif.
Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah metode tanya jawab atau interview. Metode pembelajaran tanya jawab atau interview merupakan salah satu dari model pembelajaran secara langsung. Jadi model pembelajaran secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu model pembelajaran secara langsung dan model pembelajaran secara tidak langsung dan disetiap model pembelajaran tersebut memiliki metode yang bervariasi dan metode tanya jawab atau interview merupakan salah satu dari model pembelajaran secara langsung.
Metode tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way traffic atau two way comunication sebab dalam waktu yang bersamaan terjadi dialog yang berupa tanya jawab antara guru memberi pertanyaan kepada siswa atau siswa memberi pertanyaan kepada guru. Keadaan ini dapat kita cermati bahwa metode ini ada timal balik secara langsung anatar guru dan siswa dalam tempat dan waktu yang bersamaan.
Metode tanya jawab atau interview sudah dipakai sejak zaman dahulu kala, metode ini sangat berpengaruh pada pembelajaran pada zaman itu. Bobot pertanyaan yang berat lagi baik maka akan menguntungkan siswa atau bisa juga menguntungkan kepada guru. Pertanyaan itu tidak hanya bersuber dari guru, malainkan bisa dari sesama teman.
Metode ini juga telah dijalankan oleh beberapa filsuf Yunani diantara adalah Plato. Beliau sering sekali menggunakan metode ini, sebab beliau menyakini bahwa metode ini bisa membuat siswa mencapai hakikat kebenaran seuatu dan membiasakan mereka senang membaca dan menelaah.
Sedangkan dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah megajarkan kita melalui sebuah dialek tanya jawab. Allah SWT berfirman:
قُلِ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ وَسَلَٰمٌ عَلَىٰ عِبَادِهِ ٱلَّذِينَ ٱصۡطَفَىٰٓۗ ءَآللَّهُ خَيۡرٌ أَمَّا يُشۡرِكُونَ ٥٩ أَمَّنۡ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَنۢبَتۡنَا بِهِۦ حَدَآئِقَ ذَاتَ بَهۡجَةٖ مَّا كَانَ لَكُمۡ أَن تُنۢبِتُواْ شَجَرَهَآۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ بَلۡ هُمۡ قَوۡمٞ يَعۡدِلُونَ ٦٠ أَمَّن جَعَلَ ٱلۡأَرۡضَ قَرَارٗا وَجَعَلَ خِلَٰلَهَآ أَنۡهَٰرٗا وَجَعَلَ لَهَا رَوَٰسِيَ وَجَعَلَ بَيۡنَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ حَاجِزًاۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ٦١ أَمَّن يُجِيبُ ٱلۡمُضۡطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكۡشِفُ ٱلسُّوٓءَ وَيَجۡعَلُكُمۡ خُلَفَآءَ ٱلۡأَرۡضِۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ قَلِيلٗا مَّا تَذَكَّرُونَ ٦٢ أَمَّن يَهۡدِيكُمۡ فِي ظُلُمَٰتِ ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ وَمَن يُرۡسِلُ ٱلرِّيَٰحَ بُشۡرَۢا بَيۡنَ يَدَيۡ رَحۡمَتِهِۦٓۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ تَعَٰلَى ٱللَّهُ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ٦٣ أَمَّن يَبۡدَؤُاْ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ وَمَن يَرۡزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ قُلۡ هَاتُواْ بُرۡهَٰنَكُمۡ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٦٤
Yang artinya: 59. Katakanlah: "Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia, 60. Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran), 61. Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui, 62. Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya), 63. Atau siapakah yang memimpin kamu dalam kegelapan di dataran dan lautan dan siapa (pula)kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya), 64. Atau siapakah yang menciptakan (manusia dari permulaannya), kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)?. Katakanlah: "Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar" (QS. An-Naml: 59-64)
Dalam ayat tersebut secara spesifik tidak dinyatakan secara langsung tentang metode tanya jawab. Namun coba kita cermati, di dalam ayat tersebut Allah SWT yang sangat luas ilmu sengaja memberi pertanyaan hambanya. Yang sebenarnya konsep pertanyaan tersebut tidak perlu untuk dijawab namun cukup direnungkan, dan jawaban dari pertanyaa itu bukan untuk Allah SWT melainkan untuk manusia itu sendiri. Disinilah letak keagungan Allah SWT dan keluasan ilmu Allah SWT pada umumnya seorang mahluk bertanya untuk mencarai sebuah jawaban, namun tidak dengan Allah SWT. Ia memberi pertanyaan dan jawabannya untuk seorang yang mau berfikir dan bertafakur.
Sedangkan dalam Hadits Nebi Muhammad SAW, beliau juga sering menggunakan metode tanya jawab dalam dialek bersama para sahabatnya untuk menjawab sebuah permasalahan yang dialami oleh para sahabatnnya. Beliau bersabda:
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ بْنِ شُبْرُمَةَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبُوكَ
وَقَالَ ابْنُ شُبْرُمَةَ وَيَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا أَبُو زُرْعَةَ مِثْلَهُ
Yang artinya: Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Jarir dari 'Umarah bin Al Qa'qa' bin Syubrumah dari Abu Zur'ah dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dia berkata; "Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sambil berkata; "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?" beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "Kemudian siapa?" beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "kemudian siapa lagi?" beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "Kemudian siapa?" dia menjawab: "Kemudian ayahmu." Ibnu Syubrumah dan Yahya bin Ayyub berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Zur'ah hadits seperti di atas." (HR Al-Bukhari: 5514)
Hadits di atas merupakan salah satu dari ribuan Hadits Nabi Muhammad SAW yang menggambarkan metode tanya jawab dalam memberikan pengajaran secara langsung. Andai kita cermati, seluruh dakwah Nabi Muhammad SAW selalu menggunakan metode tanya jawab. Sebab andai kita rasakan, metode ini sangat dialogis atau sangat komunikatif. Seakan-akan tidak ada jarak di antara penanya dan yang ditanya. Dan tidak melibatkan banyak orang, sehingga pembelajaran lebih terfokus pada pertanyaan dari seseorang tersebut.
Metode tanya jawab atau interview merupakan salah satu dari implementasi strategi pembelajaran pertisipatif (Partisipative Teaching and Learning) atau strategi pembelajaran ekspositori (strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal)
Penggunaan Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab biasa digunakan apabila:
Bermaksud untuk mengulang pembelajaran
Ingin membangkitkan perhatian siswa belajar
Siswa tidak terlalu banyak
Sebagai selingan metode ceramah
Untuk menarahkan proses berfikir.
Dalam literatur yang lain, ada beberapa hal mengenai metode tenya jawab ini. Selain pengunaan metode tanya jawab di atas. Ada beberapa kegunaan metode ini diantaranya:
Meninjau bahan pembelajaran yang lampau
Membimbing atau memusatkan perhatian pelajar
Mengikutsertakan semua pelajar dalam interaksi pembelajaran
Mengarahkan pengamatan dan pemikiran pelajar
Melatih daya pemikiran siswa sehingga dapat mengambil kesimpulan dangan baik dan tepat.
Banyak sebab mengapa mengunakan metode ini, metode ini sangat interaktif dalam pembelajaran. Namun metode ini tidak akan berdiri sendiri, metode ini akan sempurnah ketika disandingkan dengan metode yang lain.

Tujuan Yang Dicapai Oleh Metode Tanya Jawab
Tujuan yang akan dicapai dari metode tanya jawab atau interview diantaranya:
Untuk mengetahui sejauh mana materi pelajaran yang dikuasai oleh peserta didik
Untuk merangsang siswa supaya berfikir
Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengajukan masalah yang belum dipahami.
Dalam literatur yang lain, dinyatakan bahwa dalam proses belajar-mengajar. Bertanya memegang peranan yang penting, sebab pertanyaan yang tersusun dengan baik dan dengann teknik pengajuan yang tepat maka akan tercipta:
Meningkatkan prestasi peserta didik dalam kegiatan belajar-mengajar
Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu peserta didik terhadap masalah yang sedang dibicarakan
Merangsang dan mengembangkan pola berfikir dan belajar aktif peserta didik, sebab berfikir itu sendiri adalah bertanya
Menuntun proses berfikir peserta didik, sebab pertanyaa yang baik aka membantu peserta didik agar dapat menentukan jawaban yang baik
Memusatkan perhatian peserta didik terhadap masalah yang sedang dibahas
Untuk mengetahui sampai sejauh mana materi pelajaran yang telah dikuasai oleh peserta didik
Memberi kesempatan pada peserta didik untuk mengajukan masalah yang belum dipahami.
Banyak tujuan yang dikemukakan literatur tentang metode tanya jawab atau interview ini. Namun tujuan yang utama dalam penggunaan metode pembelajaran adalah sebagai perantara penyampaian materi yang telah dirankai sebelumnya serta memberi kemudahan terhadap peserta didik untuk memahaminya.

Kelemahan Dan Kelebihan Metode Interview Dan Tanya Jawab
Kelemahan Metode Interview atau Tanya Jawab
Setiap metode memiliki kelemahan tersendiri. Sehingga seorang pendidik dalam undang-undang yang telah dinyatakan di atas harus memahami dan menguasai beberapa metode pembelajaran. Kelemahan metode interview atau tanya jawab adalah:
Akan menimbulkan penyimpangan pembicara.
Dapat menghambat cara perfikir anak bila tidak/kurang pandai membawakan. Misalnya, guru meminta siswa-siswanya untuk memjawab persis seperti yang dia kehendaki, kalau tidak dinilai salah.
Dalam literatur lain disebutkan juga tentang kelemahan dari metode ini, diantaranya:
Bila terjadi perbedaan pendapat, akan banyak menyita waktu untuk menyelesaikannya. Bahkan perbedaan pendapat antara guru dan siswa dapat menjurus pada negative, dimana siswa menyalahkan guru dan hal ini besar resikonya.
Tanya jawab dapat menimbulkan penyimpangan dari pokok permasalahan atau meteri pelajran, hal ini terjadi jika guru tidak dapat mengendalikan jawaban atau segala pertanyaan siswanya.
Tidak  cepat merangkum bahan pelajaran.
Tanya jawab akan membosankan jika yang ditanyakan tidak ada variasi.

Kelebihan Metode Interview atau Tanya Jawab
Selain kelemahan yang terdapat di dalam setiap metode pembelajaran. Ada juga kelebihan yang tercermin ketika menggunakan suatu metode tertentu. Kelebihan dari metode interview atau tanya jawab ini adalah:
Mendorong siswa untuk aktif berfikir
Memberi kesempatan pada siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas. Sehingga Bapak/Ibu guru dapat menjelaskan kembali. Dalam hal ini guru dapat menyuruh siswa lain yang sudah mengerti untuk menjelaskan kepada temannya
Perbedaaan pendapat siswa dapat dikompromikan atau diarahkan pada suatu diskusi.
Dalam literatur yang lain juga disebutkan tentang kelebihan dari metode interview atau tanya jawab, diantaranya:
Situasi kelas menjadi hidup/dinamis, karena siswa aktif berpikir dan memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan.
Melatih siswa agar berani mengemukakan pendapat scara argumentative dan bertanggung jawab.
Mengetahui perbedaan pendapat antar siswa dan guru yang dapat membawa ke arah diskusi yang positif.
Membangkitkan semangat belajar dan daya saing yang sehat diantara siswa.
Dapat mengukur batas kemampuan dan penguasaan siswaterhadap pelajaran yang telah diberikan.
Setiap metode pasti memiliki kelebihan masing-masing, dan banyak juga kelebihan dari metode tanya jawab ini. Salah satunya untuk melatih siswa lebih aktif dalam pembelajaran. Metode ini tidak akan sempurnah apabila tidak disandingkan dengan metode yang lain. Jadi metode tanya jawab atau interview ini akan sempurnah apabila disandingkan atau tambah dengan metode pembelajaran lain dalam aktifitas belajar mengajar.

Kriteria Pertanyaa
Semua orang dapat melontarkan sebuah pertanyaan. Namun pertanyaan itu memiliki kuwatitas atau tidak. Dalam dunia pendidikan pada umumnya dan pada khususnya dalam proses pembelajaran. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan hendaknya:
Mendorong atau mengajak mereka berfikir.
Jelas dan mudah difahami.
Sesuai dengan taraf kecerdasan mereka.
Umum dan menyeluruh untuk semua siswa.
Berisi satu problematika.
Serta timbal balik yang musti diujarkan atau jawaban dari peerta didik selayaknya ialah:
Teliti dan tepat, ini menunjukan bahwa murid benar-benar memahami pertanyaan tersebut.
Lengkap dan sempurna, tidak sekedar menunjukan jawaban.
Singkat dan mudah dipahami.
Difikirkan terlebih dahulu, maka dari itu peserta didik harus diberi kesempatan untuk berfikir agar mereka tidak tergesa-gesa atau tidak berlambat-lambat dalam menjawab.
Terdengar oleh semua siswa, tidak terlalu keras sehingga tidak memekakan telinga dan tidak terlalu lemah sehingga tidak kedengaran.
Dalam menyampaikan pertanyaan seorang pendidik harus memperhatikan beberapa pokok tentang penyampaian pertanyaa tersebut diantaranya:
Perumusan pertanyaan harus jelas dan terbatas, sehingga tidak menimbulkan keragu-raguan pada siswa.
Pertanyaan hendaknya disampaikan atau diajukan sebelum menunjuk peserta didik untuk menjawab.
Beri kesempatan/waktu untuk siswa memikirkannya.
Hargai pendapat/pernyataan dari siswa.
Distribusi atau pemberian pertanyaan harus merata.
Buatlah ringkasan hasil tanya jawab sehingga memperoleh pengetahuan secara sistematik.
Perlu diperhatikan juga bahwa ada dua pertanyaan yang perlu diajukan dalam proses pembelajaran. Pertanyaan itu adalah pertanyaan ingatan dan pertanyaan pikiran.
Pertanyaan Ingatan
Pertanyaan ingatan memiliki maksud untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan sudah tertanam pada peserta didik. Biasanya pertanyaan ini berpangkal pada apa, kapan, di mana, berapa dan sejenisnya.
Pertanyaan Pikiran
Pertanyaa pikiran dimaksudkan untuk mnegetahui sajauh mana cara perfikir peserta didik dalam menanggapi suatu permasalahan. Biasanya pertanyaan ini dimulai dengab mengapa dan bagaimana.
Berangkat dari kriteria pertanyaan dan tipe pertanyaan di atas. Sering kali kita jumpai dalam kelas ketika guru memberikan sebuah pertanyaan yang sulit bahkan peserta didik susah untuk memahaminya. Berikut beberapa kesalahan guru dalam menyampaikan pertanyaan atau soal kepada peserta didik:
Guru mengajuka pertanyaan yang terlalu sulit bagi peserta didik.
Memberikan rumusan masalah yang sulit dipahami oleh peserta didik (berbelit dan menggunakan kata yang tidak dikenal oleh peserta didik).
Melanjutkan pertanyaan, walaupun pendidik atau guru mengetahui bahwa peserta didik kurang memahami meteri yang dibahas.
Hanya mengambil jawaban dari peserta didik yang berprestasi.
Tidak memberikan koreksi terhadap respon atau jawaban yang tidak tepat.
Banyak kriteria pertanyaan yang diajukan dari para literatur. Dan tipe-tipe pertanyaan serta problem yang dijumpai ketika guru menyampaikan suatu pertanyaan. Semua itu ditunjukan agar kita mau melihat dan mempelajari hal-hal tersebut, sehingga metode pembelajaran ini menjadi semakin sempurnah dan tujuan dari pembelajaran tersebut tercapai dengan hasil yang diinginkan.

Pengimplementasian Metode Interview Dan Tanya Jawab Pada Pembelajaran PAI
Untuk menghindari penyimpangan dari pokok persoalan, penggunaan metode tanya jawab harus memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut:
Merumuskan tujuan tanya jawab sejelas-jelasnya dalam bentuk tujuan khusus dan berpusat pada tingkah laku siswa.
Mencari alasan pemilihan metode tanya jawab.
Menetapkan kemungkinan pertanyaan yang akan dikemukakan.
Menetapkan kemungkinan jawaban untuk menjaga agar tidak menyimpang dari pokok persoalan.
Menyediakan kesempatan bertanya bagi siswa.
Berdasarkan langkah-langkah yang di atas, maka tindakan guru dalam menggunakan metode tanya jawab harus dipersiapkan secermat mungkin dalam bentuk rencana pengajaran yang detail dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Menyebutkan alasan penggunaan metode tanya jawab.
Mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran khusus.
Menyimpulkan jawaban siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran khusus.
Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya pada hal-hal yang belum dipahami.
Memberi pertanyaan atau kesempatan kepada siswa untuk bertanya pada hal-hal yang sifatnya pengembangan atau pengayaan.
Memberi kesempatan pada siswa untuk menjawab pertanyaan yang relevan dan sifatnya pengembangan atau pengayaan.
Menyimpulkan materi jawaban yang relevan dengan tujuan pembelajaran khusus.
Memberi tugas kepada siswa untuk membaca materi berikutnya di rumah dan menulis pertanyaan yang akan diajukan pada pertemuan berikutnya.
Metode tanya jawab atau interview ini dapat kita aplikasikan pada segala mata pelajaran. Baik mata pelajaran Qur’an Hadits, Aqidah Akhlaq, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam serta mata pelajaran umum lainnya. Namun perlu diperhatikan juga metode ini tidak bisa berdiri sendiri, harus ada metode yang mengiringinya. Sehingga pembelajaran yang terjalin di dalam kelas maupun di luar kelas akan terjalin dengan baik dan apik.


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Metode tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way traffic atau two way comunication sebab dalam waktu yang bersamaan terjadi dialog yang berupa tanya jawab antara guru memberi pertanyaan kepada siswa atau siswa memberi pertanyaan kepada guru. Dasar yang dapat dijadikan acuan dalam Al-Qur’an adalah QS. An-Naml ayat 59-64. Kelemahan dari metode ini adalah Akan menimbulkan penyimpangan pembicara, dan dapat menghambat cara perfikir anak bila tidak/kurang pandai membawakan. Misalnya, guru meminta siswa-siswanya untuk memjawab persis seperti yang dia kehendaki, kalau tidak dinilai salah.
Sedangkan kelebihan dari metode ini adalah Mendorong siswa untuk aktif berfikir, Memberi kesempatan pada siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas, sehingga Bapak/Ibu guru dapat menjelaskan kembali, Dalam hal ini guru dapat menyuruh siswa lain yang sudah mengerti untuk menjelaskan kepada temannya Perbedaaan pendapat siswa dapat dikompromikan atau diarahkan pada suatu diskusi.
Kriteria pertanyaan yang dapat diajukan meliputi: Mendorong atau mengajak mereka berfikir. Jelas dan mudah difahami. Sesuai dengan taraf kecerdasan mereka. Umum dan menyeluruh untuk semua siswa. Dan Berisi satu problematika.
Serta langka-langka pengimplementasiaannya seperti: Merumuskan tujuan tanya jawab sejelas-jelasnya dalam bentuk tujuan khusus dan berpusat pada tingkah laku siswa. Mencari alasan pemilihan metode tanya jawab. Menetapkan kemungkinan pertanyaan yang akan dikemukakan. Menetapkan kemungkinan jawaban untuk menjaga agar tidak menyimpang dari pokok persoalan. Dan Menyediakan kesempatan bertanya bagi siswa.

Saran
Dalam pembuatan makalah yang singkat ini, kami sadari bahwa makalah ini sangat jauh dari kata sempurnah. Untuk itu kami mengharapkan adanya saran dan masukan dari pembaca yang budiman demi penyempurnaan makalah ini.


Comments